Tampilkan postingan dengan label Rhizoma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rhizoma. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2015

Lempuyang

ZINGIBERIS  AROMATICAE RHIZOMA  (MMI)


Lempuyang Wangi
Lempuyang wangi umumnya berbentuk bulat telur terbalik dan berawarna merah dengan ukuran 12 x 8 mm, selain itu, lempuyang wangi memiliki biji bulat yang memanjang bola, dengan ukuran rata-rata 4 mm. Tanaman Lempuyang wangi ini memiliki waktu tertentu untuk berbunga. Masa berbunga lempuyang wangi adalah dari Bulan Januari hingga Bulan April. Lempuyang diketahui mampu menginduksi apoptosis sel-sel kanker. Hasil kajian di Jepang menemukan bahwa ekstrak rimpang lempuyang dapat menekan pertumbuhan sel-sel melanoma pada mencit percobaan. Efek penekanan (inhibitor) diketahui terjadi melalui penghambatan terhadap ekspresi gen tirosinase pada sel melanoma.
Manfaat Lempuyang wangi
Komposisi zat yang dikandung lempuyang wangi cukup banyak, di antaranya pada rimpang lempuyang wangi terdapat minyak atsiri yang terdiri dari a-kurkumen, bisabolen, zingiberen, kariofilen, seskuifelandren, zerumbon, limonen, kamfer, zat pedas gingerol, sogaol, zingeron, paradol, heksahidrokurkumin, dihidrogingerol. Khasiat obat yang sering dibuktikan masyarakat adalah untuk mengobati penyakit empedu, penyakit kuning, radang sendi, batuk rejan, kolera, anemia, malaria, penyakit syaraf, nyeri perut, mengatasi kecacingan, masuk angin, asma, merangsang nafsu makan, merangsang membran mukosa lambung, mengurangi rasa nyeri, pembersih darah, penambah nafsu makan, menurunkan kesuburan pada wanita, pencegah kehamilan, dan pereda kejang.

Nama  lain     :Lempuyang wangi
Nama  tanaman asal:Zingiber aromatica ( Val )
Keluarga:Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi:Minyak atsiri yang mengandung zerumbon bumolen, limonen
Penggunaan:Karminativa, stomakika
Pemerian:Bau aromatik, rasa pahit
Bagian yang digunakan:Akar tinggal
Keterangan:
- Waktu panen:Masa berbunga lempuyang wangi adalah dari Bulan Januari hingga Bulan April
- Penyimpanan:Dalam wadah tertutup baik  


ZINGIBERIS LITTORALIS RHIZOMA (MMI)
Lempuyang Pahit
Daun Lempuyang : Berbentuk mata lembing atau bulat memanjang, ujung runcing dan pangkal mengecil. Batang berupa batang semu, terdiri dari helaian kelopak daun yang saling membungkus, dan rimpang ( Umbi) berukuran besar, dan daging lempuyang berwarna kuning pucat, rasa lempuyang wangi tajam dan berbau harum, sedangkan rasa lempuyang pahit tajam dan pahit di lidah dengan bau yang tidak kuat.
Bunga majemuk tumbuh dari dalam tanah dari rimpang, berwarna merah. Lempuyang dapat tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 0-1200 m. dpl. Pengembangbiakan Lempuyang  dapat diperbanyak dengan menanam rimpangnya. Rimpang yang cukup tua ditumbuhkan dahulu akar dan tunasnya, baru dipindah di pekarangan. Selain itu perbanyakan dapat dilakukan dengan pemisahan anakan.

Nama  lain     :Lempuyang pahit
Nama  tanaman asal:Zingiber littorale  (Val)
Keluarga:Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi:Minyak atsiri dengan komponen utama Seskuiterpenketon
Penggunaan:Stomakik
Pemerian:Bau aromatik khas, rasa pahit
Bagian yang digunakan:Akar tinggal
Keterangan:Mempunyai ukuran rimpang yang paling kecil, hampir   menyerupai jahe.  Rimpang muda dapat dimakan sebagai lalap
- Penyimpanan:Dalam wadah tertutup baik


ZINGIBERIS ZERUMBETI RHIZOMA (MMI)
Lempuyang Gajah
Secara umum, lempuyang gajah dikategorikan sebagai tanaman herba rendah sampai tinggi, perennial, batang asli berupa rimpang di bawah tanah dan memiliki tinggi yang lebih dari 1 meter. Lempuyang gajah banyak yang tumbuh liar di hutan dataran dengan ketinggian hingga 1200 m dpl., di Pulau Jawa sering ditanam di pekarangan dan tempat-tempat lain yang basah, tapi pada umumnya tumbuh liar. Ciri - ciri lempuyang gajah yaitu mempunyai batang semu berupa kumpulan pelepah daun yang berseling, di atas tanah, beberapa batang berkoloni, berwarna hijau, rimpang, merayap, berdaging, gemuk, aromatik. dan lempuyang gajah mempunyai daun tunggal dan berpelepah yang duduk berseling, dan membentuk batang semu, helaian; bentuk lanset sempit, terlebar di tengah atau di atas tengah. Tanaman lempuyang gajah ini memiliki waktu tertentu untuk berbunga, masa berbunga lempunyang gajah adalah dari Bulan Januari hingga Bulan April.

Cara Mengolah dan Meramu Lempuyang Gajah untuk Sakit Perut.
  1. Siapkanlah rimpang lempuyang gajah sebanyak 1 jari tangan, air matang 2 sendok makan
  2. Parutlah lempuyang gajah
  3. Tambahkanlah air dan peraslah
  4. Simpanlah beningannya selama satu malam
  5. Pisahkanlah endapan yang terjadi dengan menuangkan beningannya
  6. Minumlah hasilnya satu kali sehari satu ramuan
  7. Ulangilah selama tiga hari.
Nama  lain     :Lempuyang  gajah
Nama  tanaman asal:Zingiber zerumbet (Sm)
Keluarga:Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi:Minyak atsiri yang mengandung zerumbon, Sineol, pinen, kariofilen, kamfer
Penggunaan:Karminativa,  stomakik
Pemerian:Bau aromatik, rasa pedas mirip mentol, agak pahit.
Bagian yang digunakan:Akar tinggal
Keterangan:
- Penyimpanan:Dalam wadah tertutup baik

JENIS RIZOMA
1. BOESENBERGIAE RHIZOMA (MMI)
2. CALAMI RHIZOMA (MMI)
3. CURCUMAE RHIZOMA (FI)
    CURCUMAE AERUGINOSAE RHIZOMA (MMI)
    CURCUMAE DOMESTICAE RHIZOMA (MMI)
    CURCUMAE HEYNEANAE RHIZOMA (MMI)
4. CYPERI RHIZOMA (MMI)
5. IMPERATAE RHIZOMA (MMI)
6. KAEMPFERIAE RHIZOMA (MMI)
7. LANGUATIS RHIZOMA (MMI)
8. ZINGIBERIS RHIZOMA ( MMI )

    ZINGEBERIS PURPUREI RHIZOMA (MMI)
    ZINGIBERIS AROMATICAE RHIZOMA(MMI)
    ZINGIBERIS LITTORALIS RHIZOMA (MMI)
    ZINGIBERIS ZERUMBETI  RHIZOMA  (MMI)


Sumber
Prof. H. Maulana Surya I, S.Si., Apt.
Wikipedia.org,
Riyawan.com | Kumpulan Artikel Kesehatan

Bangle

ZINGIBERIS PURPUREI RHIZOMA (MMI)

Bangle
Bangle (Zingiber montanum (J.König) Link ex A.Dietr. = syn. Zingiber cassumunar, syn. Z. purpureum Roxb.) adalah salah satu tanaman rempah-rempah anggota suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpangnya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur dan bahan pengobatan. Tumbuhan ini dikenal diberbagai tempat dengan nama yang bervariasi: mungle (Aceh), bungle (Tapanuli), kunik bolai (Rana Minang), banglee'iy (Rejang), panglai (Pasundan/Sunda), pandhiyang (Madura), bale (Makassar), panini (Bugis), unin makei (Ambon). Bangle tumbuh di daerah Asia tropika, dari India sampai Indonesia. Di Jawa dibudidayakan atau ditanam di pekarangan pada tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari, mulai dari dataran rendah sampai 1.300 m dpi. Pada tanah yang tergenang atau becek, pertumbuhannya akan terganggu dan rimpang cepat membusuk. Herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23–35 cm, lebar 20–40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6–10 cm, lebar 4–5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2–5 mm. Permukaan luar tidak rata, berkerut, kadang-kadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan, bila dibelah berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan. Rasanya tidak enak, pedas dan pahit. Bangle digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat. Panenan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Perbanyakan dengan stek rimpang.

Nama  lain     :Cassumunar  Rhizoma , Bangle
Nama  tanaman asal:Zingiber cassumunar ( Roxb), disebut juga Zingiber purpureum (Roxb)
Keluarga:Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi:Minyak atsiri mengandung sineol ; Damar lunak yang pahit, albuminoid
Penggunaan:Karminativa, menghangatkan badan
Pemerian:Bau aromatik khas, rasa agak pahit dan agak pedas
Bagian yang digunakan:Akar tinggal
Keterangan:
- Waktu panen:Setelah tanaman berumur 1 tahun
- Penyimpanan:Dalam wadah tertutup baik    

Sumber
  1. Prof. H. Maulana Surya I, S.Si., Apt.
  2. Wikipedia.org,
  3. Riyawan.com | Kumpulan Artikel Kesehatan
Artikel Terkain Dengan Rizoma

Senin, 11 Mei 2015

ZINGIBERIS

ZINGIBERIS RHIZOMA (MMI)

Jahe
Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu jenis tanaman yang termasuk kedalam suku Zingiberaceae. Nama Zingiber berasal dari bahasa Sansekerta “singabera” (Rosengarten 1973) dan Yunani “Zingiberi” (Purseglove et al. 1981) yang berarti tanduk, karena bentuk rimpang jahe mirip dengan tanduk rusa. Officinale merupakan bahasa latin (officina) yang berarti digunakan dalam farmasi atau pengobatan (Janson 1981).
Jahe dikenal dengan nama umum (Inggris) ginger atau garden ginger. Nama ginger berasal dari bahasa Perancis:gingembre, bahasa Inggris lama:gingifere, Latin: ginginer, Yunani (Greek): zingiberis (ζιγγίβερις). Namun kata asli dari zingiber berasal dari bahasa Tamil inji ver. Istilah botani untuk akar dalam bahasa Tamil adalah ver, jadi akar inji adalah inji ver. Di Indonesia jahe memiliki berbagai nama daerah. Di Sumatra disebut halia (Aceh), beuing (Gayo), bahing (Karo), pege (Toba), sipode (Mandailing), lahia (Nias), sipodeh (Minangkabau), page (Lubu), dan jahi (Lampung). Di Jawa, jahe dikenal dengan jahe (Sunda), jae (Jawa), jhai (Madura), dan jae (Kangean). Di Sulawesi, jahe dikenal dengan nama layu (Mongondow), moyuman (Poros), melito (Gorontalo), yuyo (Buol), siwei (Baree), laia (Makassar), dan pace (Bugis). Di Nusa Tenggara, disebut jae (Bali), reja (Bima), alia (Sumba), dan lea (Flores). Di Kalimantan (Dayak), jahe dikenal dengan sebutan lai, di Banjarmasin disebut tipakan. Di Maluku, jahe disebut hairalo (Amahai), pusu, seeia, sehi (Ambon), sehi (Hila), sehil (Nusalaut), siwew (Buns), garaka (Ternate), gora (Tidore), dan laian (Aru). Di Papua, jahe disebut tali (Kalanapat) dan marman (Kapaur). Adanya nama daerah jahe di berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan penyebaran jahe meliputi seluruh wilayah Indonesia. Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis, penanamannya hanya bisa dilakukan di daerah katulistiwa seperti Asia Tenggara, Brasil, dan Afrika. Saat ini Equador dan Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia. Dalam sistematika tumbuhan, tanaman jahe termasuk dalam kingdom Plantae, Subkingdom Tracheobionta, Superdivisi: Spermatophyta, Divisi: Magnoliophyta/Pteridophyyta, Subdivisi: Angiospermae, Kelas: Liliopsida-Monocotyledoneae, Subkelass: Zingiberidae, Ordo: Zingiberales, Suku/Famili: Zingiberaceae, Genus: Zingiber P. Mill. Species: Zingiber officinale (Roscoe, 1817) (US National Plant Database 2004). Sinonim nama jahe adalah : Amomum angustifolium Salisb., dan  Amomum zingiber L. Ada sekitar 47 genera dan 1.400 jenis tanaman yang termasuk dalam dalam suku Zingiberaceae, yang tersebar di seluruh daerah tropis dan sub tropis. Penyebaran Zingiber terbesar di belahan timur bumi, khususnya Indo Malaya yang merupakan tempat asal sebagian besar genus Zingiber (Lawrence 1951: Purseglove 1972). Di Asia Tenggara ditemukan sekitar 80-90 jenis Zingiber yang diperkirakan berasal dari India, Malaya dan Papua. Namun hingga saat ini, daerah asal tanaman jahe belum diketahui. Jahe kemungkinan berasal dari China dan India (Grieve 1931; Vermeulen 1999) namun keragaman genetik yang luas ditemukan di Myanmar (Jatoi et al. 2008) dan India, yang diduga merupakan pusat keragaman jahe (Ravindran et al. 2005). Jahe memiliki jumlah kromosom 2n=2x=22, namun beberapa kultivar jahe diketahui sebagai poliploid (Kubitzki, 1998). Darlington dan Ammal (1945) dalam Peter et al. (2007) melaporkan terdapat jenis Z. officinale yang memiliki jumlah kromosom sebanyak 28. Darlington dan Wylie (1955) juga menyatakan bahwa pada jahe terdapat 2 kromosom B. Rachmandran (1969) melakukan analisis sitologi pada 5 spesies Zingiber dan menemukan pada seluruh spesies memiliki jumlah kromosom 2n=22. Ratnabal (1979) mengidentifikasi kariotipe 32 kultivar jahe (Z. officinale) dan menemukan seluruh kultivar jahe memiliki kromosom somatik berjumlah 22 dan ditemukan pula adanya kromosom asimetris (kromosom B) pada seluruh kultivar kecuali kultivar Bangkok dan Jorhat. Beltram dan Kam (1984) dalam Peter et al. (2007) mengobservasi 9 Zingiber spp. dan menemukan bahwa Z. officinale bersifat  aneuploid (2n=24), polyploid (2n=66) dan terdapat B kromosom (2n= 22+2B). Tetapi Etikawati dan Setyawan (2000), Z. officinale kultivar jahe putih kecil (emprit), gajah dan merah memiliki jumlah kromosom 2n=32. Eksomtramage et al. (2002) mengamati jumlah kromosom 3 spesies Z. officinale asal Thailand dan menemukan 2n=2x=22. Yulianto (2010) menyatakan jumlah kromosom jahe putih dan jahe merah yakni 2n=24=22+2B. Rachmandran (1969) melakukan analisis sitologi pada 5 spesies Zingiber, selain menemukan jumlah khromosom pada seluruh spesies 2n=22 juga membuktikan adanya struktur pindah silang akibat peristiwa inversi. Observasi pada fase metaphase mitosis menemukan bahwa jahe diploid (2n=2x=22) memiliki panjang kromosom rata-rata 128.02 μm dan lebar 5.82 μm. Rasio lengan kromosom terpanjang dan terpendek adalah 2.06:1, hampir 45,5% kromosom memiliki 2 lengan dan terdapat 2 kromosom yang berbeda (Zhi-min et al. 2006). Adanya variasi pada jumlah kromosom merupakan suatu mekanisme adaptasi dan pembentukan spesies pada tanaman. Hal ini juga menjadi penyebab terjadinya variasi genetik pada jahe. Selain itu ditemukannya struktur pindah silang diduga menjadi penyebab rendahnya fertilitas tepung sari yang menyebabkan pembentukan buah dan biji pada jahe jarang terjadi. (wikipedia)


Nama  lain     :Jahe
Nama  tanaman asal:Zingiber officinale  ( Roscoe )
Keluarga:Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi:Pati, damar, oleo resin, gingerin, minyak atsiri yang mengandung zingeron,zingiberol, zingiberin,borneol, kamfer, sineol dan felandren
Penggunaan:Karminativa, stimulansia, diaforetika
Pemerian:Bau aromatik, rasa pedas
Bagian yang digunakan:Akar tinggal yang sebagian kulitnya telah dikupas
Keterangan:
- Waktu panen:Panenan dapat dilakukan pada umur 9 – 12 bulan setelah tanam . Panenan pada umur 6 bulan dapat dilakukan untuk mendapatkan rimpang muda, kurang berserat, yang umumnya dipakai membuat manisan dan keperluan  bumbu dapur. Panen pada umur 9 – 12 bulan dilakukan bila tanaman mulai mengering seluruhnya sampai sudah rebah rumpun -  rumpunnya           
Jenis – jenis jahe berdasarkan bentuk ::Jahe putih besar, rimpangnya lebih besar dan ruas rimpangnya lebih menggembung.
Jahe putih kecil, ruasnya kecil agak rata sampai sedikit menggembung.
Jahe merah, rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari jahe putih kecil                                         
Jenis – jenis jahe berdasarkan pengolahan
Jahe segar  yang direndam dalam air mendidih, kemudian dikeringkan cepat- cepat disebut Jahe hitam (Black ginger)
Jahe segar yang dicuci secara hati – hati dikupas lapisan gabus dan dicuci berulang - ulang dan dikelantang,. Jika dimaserasi dengan air kapur akan nampak putih karena lapisan kapurnya dan disebut Jahe putih (White ginger).
Jahe segar atau yang dikeringkan tanpa pengolahan khusus dan dipakai untuk bumbu  masak disebut Jahe hijau (Green ginger)
- Penyimpanan:Dalam wadah tertutup baik    



ARTIKEL TERKAIT DENGAN RHIZOMA
1. BOESENBERGIAE RHIZOMA (MMI)
2. CALAMI RHIZOMA (MMI)
3. CURCUMAE RHIZOMA (FI)
    CURCUMAE AERUGINOSAE RHIZOMA (MMI)
    CURCUMAE DOMESTICAE RHIZOMA (MMI)
    CURCUMAE HEYNEANAE RHIZOMA (MMI)
4. CYPERI RHIZOMA (MMI)
5. IMPERATAE RHIZOMA (MMI)
6. KAEMPFERIAE RHIZOMA (MMI)
7. LANGUATIS RHIZOMA (MMI)
8. ZINGIBERIS RHIZOMA ( MMI )

    ZINGEBERIS PURPUREI RHIZOMA (MMI)
    ZINGIBERIS AROMATICAE RHIZOMA(MMI)
    ZINGIBERIS LITTORALIS RHIZOMA (MMI)
    ZINGIBERIS ZERUMBETI  RHIZOMA  (MMI)



Sumber
Prof. H. Maulana Surya I, S.Si., Apt.
Wikipedia.org,
Riyawan.com | Kumpulan Artikel Kesehatan

Languatis

LANGUATIS RHIZOMA (MMI)
Lengkuas
Lengkuas atau laos (Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Umumnya masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional. Pemanfaatan lengkuas untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang kemudian dicelupkan begitu saja ke dalam campuran masakan, sedangkan untuk pengobatan tradisional yang banyak digunakan adalah lengkuas merah Alpinia purpurata K Schum.
Lengkuas adalah terna tegak yang tingginya 2 m atau lebih. Batangnya yang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. Seluruh batangnya ditutupi pelepah daun. Batangnya ini bertipe batang semu. Daunnya tunggal, bertangkai pendek, berbentuk daun lanset memanjang, ujungnya runcing, pangkalnya tumpul, dan tepinya rata. Ukurannya daunnya adalah: 25-50 cm × 7-15 cm. Pelepah daunnya berukuran 15-30 cm, beralur, dan berwarna hijau. Perbungaannya majemuk dalam tandan yang bertangkai panjang, tegak, dan berkumpul di ujung tangkai. Jumlah bunga di bagian bawah lebih banyak daripada di atas tangkai, dan berbentuk piramida memanjang. Kelopak bunganya berbentuk lonceng, berwarna putih kehijauan. Mahkota bunganya yang masih kuncup pada bagian ujung warnanya putih, dan bawahnya berwarna hijau. Buahnya termasuk buah buni, bulat, keras, dan hijau sewaktu muda, dan coklat, apabila sudah tua. Umbinya berbau harum, ada yang putih, juga ada yang merah. Menurut ukurannya, ada yang besar juga ada yang kecil. Karenanya, dikenal 3 kultivar yang dibedakan berdasarkan warna dan ukuran rimpangnya.[2] Rimpangnya ini merayap, berdaging, kulitnya mengkilap, beraroma khas, ia berserat kasar, dan pedas jika tua. Untuk mendapatkan rimpang muda yang belum banyak seratnya, panen dilakukan pada saat tanaman berusia 2,5-4 bulan.

Manfaat Lengkuas
Selain digunakan sebagai bumbu masak lengkuas memiliki banyak manfaat lain. Diantara sebagai obat alternatif. Berikut beberapa khasiat lengkuas sebagai obat alternatif:

Obat Alternatif Radang
Bahan:
Satu rimpang lengkuas berukuran satu ibu jari
Satu rimpang temulawak berukuran satu ibu jari
Keningar
Satu genggam daun pecut kuda
Setengah genggam daun iler
Daun kayu manis secukupnya
Cara mengolah:
Cuci bersih semua bahan
Tumbuk semua bahan hingga hancur
Rebus dengan tiga gelas air, biarkan mendidih hingga air menjadi satu gelas.
Cara menggunakan:
Minum ramuan tersebut dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari.

Obat Alternatif Rrematik.
Bahan:
Dua rimpang lengkuas seukuran ibu jari
Satu butir kuning telur ayam kampung
Cara mengolah:
Cuci bersih lengkuas
Parut lengkuas dan ambil sarinya
Campur sari lengkuas dengan kuning telur ayam kampung aduk hingga merata
Cara menggunakan:
Minum ramuan ini satu kali sehari dan konsumsi secara teratur.

Obat Atau Vitamin Herbal Penambah Nafsu Makan.
Bahan:
Satu rimpang lengkuas berukuran satu ibu jari
Sedikit adas pulawaras
Satu rimpang temulawak berukuran satu ibu jari
Satu tangkai meniran
Cara mengolah:
Cuci bersih semua bahan
Iris tipis - tipis semua bahan
Rebus semua bahan dengan tiga gelas air, dan sisakan hingga satu gelas
Saring air atau sari dari bahan-bahan tersebut
Cara menggunakan:
Minum tiga kali sehari secara teratur.

Obat Penyakit Kulit Panu
Bahan:
Satu rimpang lengkuas berukuran Satu ibu jari
Kapur sirih secukupnya
Air
Cara mengolah:
Tumbuk kapur sirih dan lengkuas sampai halus
Campurkan dengan sedikit air
Cara menggunakan:
Gosok dan diamkan selama 30 menit pada kulit yang terkena panu.


Nama  lain     :Laos, Lengkuas, Galanga Rhizoma
Nama  tanaman asal:Alpina officinarum (Hance), Alpinia galanga(L),
Languas galanga (L)
Keluarga:Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi:Minyak atsiri yang mengandung; metilsinamat, sineol, kamfer dan galangol
Penggunaan:Bumbu, karminativa, antifungi
Pemerian:Bau aromatik, rasa pedas
Bagian yang digunakan:Akar tinggal
Keterangan:
- Waktu panen:Pada umur 2,5 – 4  bulan , agar diperoleh rimpang muda yang belum banyak berserat. Cara panen dilakukan dengan mencabut tanaman , rimpang  dipisahkan dari batang, kemudian dicuci dan dikeringkan.
- Penyimpanan:Dalam wadah tertutup baik    



Artikel Yang Terkait Dengan Rhizoma
1. BOESENBERGIAE RHIZOMA (MMI)
2. CALAMI RHIZOMA (MMI)
3. CURCUMAE RHIZOMA (FI)
    CURCUMAE AERUGINOSAE RHIZOMA (MMI)
    CURCUMAE DOMESTICAE RHIZOMA (MMI)
    CURCUMAE HEYNEANAE RHIZOMA (MMI)
4. CYPERI RHIZOMA (MMI)
5. IMPERATAE RHIZOMA (MMI)
6. KAEMPFERIAE RHIZOMA (MMI)
7. LANGUATIS RHIZOMA (MMI)
8. ZINGIBERIS RHIZOMA ( MMI )

    ZINGEBERIS PURPUREI RHIZOMA (MMI)
    ZINGIBERIS AROMATICAE RHIZOMA(MMI)
    ZINGIBERIS LITTORALIS RHIZOMA (MMI)
    ZINGIBERIS ZERUMBETI  RHIZOMA  (MMI)



Sumber
Prof. H. Maulana Surya I, S.Si., Apt.
Wikipedia.org,
Riyawan.com | Kumpulan Artikel Kesehatan

Minggu, 10 Mei 2015

KENCUR

KAEMPFERIAE RHIZOMA ( MMI) / KENCUR

Kencur
Kencur adalah salah satu jenis empon-empon/tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan. Rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan.Kencur (Kaempferia galanga L.) adalah salah satu jenis empon-empon/tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan. Kencur (nama bahasa Jawa dan bahasa Indonesia) dikenal di berbagai tempat dengan nama yang berbeda-beda: cikur (bahasa Sunda); ceuko (bahasa Aceh); kaciwer (bahasa Karo); kencor (Madura); cekuh (bahasa Bali); Sekuh atau Sekur (bahasa Sasak), kencur, sukung (bahasa Melayu Manado); asauli, sauleh, soul, umpa (bahasa-bahasa di Maluku); serta cekir (Sumba). Nama lainnya adalah cekur (Malaysia) dan pro hom (Thailand). Dalam pustaka internasional (bahasa Inggris) kerap terjadi kekacauan dengan menyebut kencur sebagai lesser galangal (Alpinia officinarum) maupun zedoary (temu putih), yang sebetulnya spesies yang berbeda dan bukan merupakan rempah pengganti. Terdapat pula kerabat dekat kencur yang biasa ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat, temu rapet (K. rotunda Jacq.), namun mudah dibedakan dari daunnya.
Kencur merupakan temu kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari dua sampai tiga lembar (jarang sampai lima lembar) dengan susunan berhadapan, tumbuh menggeletak di atas permukaan tanah. Bunga majemuk tersusun setengah duduk dengan kuntum bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga (labellum) berwarna lembayung dengan warna putih lebih dominan.
Tumbuhan ini tumbuh baik pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan setengah ternaungi.

Susunan Tubuh Kencur
Kencur
Kencur termasuk kedalam terna kecil yang siklus hidup nya semusim atau beberapa musim,susunan tubuh kencur terdiri atas;
1. Akar rimpang
Merupakan akar tinggal yang bercabang halus dan menempel pada umbi akar yang disebut rimpang, dan rimpang kencur sebagian lagi terletak diatas tanah,bentuk rimpang umumnya bulat bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya berwarna coklat kekuningan dan berbau harum 
2. Batang dan daun
Tanaman kencur memiliki batang semu yang sangat pendek,terbentuk dari pelepah- pelepah daun yang saling menutupi dan daun-daun kencur tumbuh tunggal,melebar dan mendatar hampir rata dengan permukaan tanah.Jumlah daun bervariasi antara 8 sampai10 helai dan tumbuh secara berlawanan satu sama lain.Bentuk daun elip melebar sampai bundar,ukuran panjang daun 7 sampai 12 cm dan lebar daun 3 sampai 6 cm serta berdaging agak tebal.
3. Bunga dan buah
Bunga kencur keluar dalam bentuk tersusun setengah duduk dari ujung tanaman disela-sela daun.Warna bunga putih,ungu hingga lembayung dan tiap tangkai bunga berjumlah 4-12 kuntum bunga,merupakan bunga majemuk dan buah kencur termasuk buah kotak beruang 3 dan bakal buah yang terletak tenggelam,tetapi sulit sekali menghasilkan biji.

Zat Kimia Yang Terkandung
Hampir seluruh bagian tanaman kencur mengandung minyak atsiri.Zat-zat kimia yang telah banyak diteliti adalah pada rimpangnya,yakni minyak atsiri,cinnamal,aldehide,etil ester dan pentadekan,dalam literatur lain disebutkan bahwa rimpang kencur mengandung sineol,para eumarin,asam anisic,gom,pati dan mineral.Kandungan kimia tersebut sangat berguna bagi obat-obatan terutama obat batuk,sakit perut,dan pengeluaran keringat.

Manfaat Kencur
Berbagai masakan tradisional Indonesia dan jamu menggunakan kencur sebagai bagian resepnya. Kencur dipakai orang sebagai tonikumdengan khasiat menambah nafsu makan sehingga sering diberikan kepada anak-anak. Jamu beras kencur sangat populer sebagai minuman penyegar pula.
Ramuan jamu beras kencur umumnya terdiri dari: Bahan utama rimpang kencur dan tepung beras, rimpang jahe, asam kawak, biji kedaung, garam dan gula merah atau gula pasir.
Kombinasi beras dan kencur banyak mengandung vitamin B yang dapat merangsang lambung memberikan rasa lapar selain itu jamu beras kencur jika diminum secara rutin setiap hari bisa membantu menebalkan dinding perut untuk menyembuhkan penyakit maag (untuk penyembuhan maag ini tidak boleh dicampur dengan rimpang jahe dan untuk asam kawak boleh sedikit saja).

Kegunanan Kencur
Berdasarkan dengan kandungan minyak atsiri serta beberapa unsur kimia yang lain,kencur dapat dimanfaatkan dalam industri,antara lain;
  • Industri minuman ; beras kencur,kencur instan
  • Industri obat tradisional atau jamu
  • Industri bumbu dapur

Penyakit Yang Dapat Diobati Dengan kencur
- Radang Lambung
- Radang anak telinga
Influenza pada bayi
- Masuk angin
- Sakit Kepala
Batuk
- Menghilangkan darah kotor
- Diare
- Memperlancar haid
- Mata Pegal
- Keseleo
- Lelah
Berbagai masakan tradisional Indonesia dan jamu menggunakan kencur sebagai bagian resepnya. Kencur dipakai orang sebagai tonikum dengan khasiat menambah nafsu makan sehingga sering diberikan kepada anak-anak. Jamu beras kencur sangat populer sebagai minuman penyegar pula. Di Bali, urap dibuat dengan menggunakan daun kencur.

Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi  : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)            
Sub Kelas : Commelinidae 
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae (suku jahe-jahean)                       
Genus : Kaempferia 
Spesies : Kaempferia galanga L

Proses Pembuatan Simplisia
Proses pembuatan simplisia meliputi tahap pengumpulan bahan baku, sortasi basah, pencucian, penirisan atau pengeringan, perajangan, pengeringan, sortasi kering, pengemasan, dan penyimpanan. Ukuran perajangan tergantung dari bahan yang digunakan dan berpengaruh terhadap kualitas simplisia yang dihasilkan. Perajangan terlalu tipis dapat mengurangi zat aktif yang terkandung dalam bahan. Sedangkan jika terlalu tebal, maka pengurangan kadar air dalam bahan agak sulit dan memerlukan waktu yang lama dalam penjemuran dan kemungkinan besar bahan mudah ditumbuhi oleh jamur. Sehingga perlu merencanakan alat perajang yang tepat untuk menghasilkan simplisia kencur dengan kualitas tinggi.

Tahapan pembuatan simplisia kencur

1. Pengumpulan Bahan Baku
Rimpang kencur yang telah dipanen,dikumpulkan untuk dijadikan bahan baku simplisaia.

2. Penyortiran Basah dan Pencucian
Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.

3. Perajangan
Jika perlu proses perajangan, lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong.

4. Pengeringan
Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 – 5 hari, pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50oC – 60oC. . Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rimpang tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan.

5. Penyortiran Kering
Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya).

6. Pengemasan
Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih dan metode penyimpanannya.

7. Penyimpanan
Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak melebihi 30oC dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih dan terbebas dari hama gudang.

KAEMPFERIAE RHIZOMA ( MMI) / KENCUR
Nama lain     
:
Kencur
Nama tanaman asal
:
Kaempferia galanga  (L)
Keluarga
:
Zingiberaceae
Zat berkhasiat utama/isi
:
Alkaloida,  minyak atsiri yang mengandung sineol dan kamferin,  mineral dan pati
Penggunaan
:
Ekspektoransia, diaforetika, karminativa, stimulansia, roboransia
Pemerian
:
Bau khas aromatik, rasa pedas, hangat, agak pahit,akhirnya menimbulkan rasa pedas
Bagian yang digunakan
:
Akar tinggal
Keterangan
:
- Waktu panen
:
Pada umur 1 tahun
- Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik 

Artikel Yang Terkait Dengan Rhizoma

Sumber
  1. Prof. H. Maulana Surya I, S.Si., Apt.
  2. Wikipedia.org,
  3. Riyawan.com | Kumpulan Artikel Kesehatan