Sabtu, 26 Juli 2014

EPIDEMIOLOGI

BAB I
EPIDEMIOLOGI


A.      Pengertian

         Epidemiologi berasal dari bahasa latin , epos  atau epi yang berarti pada, demos atau demi yang berarti banyak orang dan logos atau logi yang berarti ilmu. Jadi secara harfiah epidemilogi adalah ilmu yang mempelajari hal yang menimpa orang atau masyarakat. Dalam hubungan dengan penyakit, khususnya penyakit menular, epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari frekuensi dan penyebaran penyakit menular pada sekelompok manusia serta faktor – faktor yang mempengaruhinya.
          Dengan adanya pengertian bahwa penyakit menular itu  bukan merupakan satu – satunya masalah kesehatan yang mungkin dialami oleh sekelompok manusia atau masyarakat, dalam pengertian modern epidemiologi saat ini diartikan sebagai ilmu yang mempelajari frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor – faktor yang mempengaruhinya.
          Dengan pengertian modern ini maka ruang lingkup epidemiologi menjadi semakin luas, tidak hanya terbatas pada masalah penyakit menular saja melainkan meliputi  juga penyakit tidak menular serta masalah – masalah  kesehatan lainnya. Akan tetapi meskipun demikian , titik berat  perhatian epidemiologi tetap ditujukan pada masalah – masalah  penyakit, karena berbagai masalah kesehatan diluar penyakit itu hanya mempunyai arti bila ada hubungannya dengan penyakit.
  
B.      Manfaat Epidemiologi
         
          Dalam rangka penanggulangan masalah kesehatan khususnya penyakit menular, secara umum manfaat epidemiologi adalah :
1.      Dapat menerangkan sebab – sebab timbulnya peristiwa penyakit serta perkembangan alamiahnya.
Sebagai contoh, dari penyelidikan epidemiologis yang dilaksanakan diperoleh kesimpulan bahwa ledakan penyakit DHF terjadi akibat meningkatnya populasi nyamuk Aides aegypti sebagai vektornya, yang terjadi pada setiap permulaan musim hujan.
2.  Dapat memberikan data yang diperlukan untuk menyusun rencana – rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.
Contoh, dengan diketahuinya pola penyebaran penyakit DHF seperti tersebut di atas, maka dapat disusun program yang sebaik – baiknya untuk melaksanakan pencegahan dan pemberantasannya.
3.    Dapat memberikan data untuk menilai / mengevaluasi kegiatan – kegiatan yang sedang dilaksanakan. Data yang diperoleh dari penyelidikan epidemiologi dapat dimanfaatkan untuk mengadakan evaluasi apakah kegiatan–kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyakit itu sudah benar dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

C.      Riwayat Perjalanan Penyakit
         
          Ada tiga faktor yang berperan pada setiap kejadian penyakit, yaitu :
          1. Manusia sebagai tuan rumah ( host )
          2. Penyebab / hama penyakit ( agent )
          3. Lingkungan yang mempengaruhi  ( enviroment )

Ketiga faktor  itu mempunyai hubungan yang bersifat majemuk dan kompleks, karena ketiga – tiganya mempunyai sifat yang sewaktu – waktu dapat berubah dan juga karena hubungan ini bersifat timbal balik.
          Dalam gambaran yang sederhana, hubungan antara ketiga faktor tersebut di atas adalah sebagai berikut :
1.      Orang berada dalam keadaan sehat, berarti ketiga faktor itu dalam keadaan seimbang.
2.      Orang menderita sakit apabila daya tahannya sebagai host menurun.
3.      Orang menderita sakit apabila kemampuan hama penyakit meningkat.
4.      Orang menderita sakit karena lingkungan berubah ke arah yang merugikan host (negatif).
 Riwayat Perjalanan Penyakit
          Serangan penyakit akan menimbulkan sejumlah gejala pada tubuh host. Dengan mengikuti proses timbul dan naik-turunnya  gejala – gejala itu dapat kita peroleh gambaran dari riwayat alamiah perjalan penyakit (natural history of disease), dari penyakit yang bersangkutan.

Riwayat alamiah perjalan penyakit dapat dibedakan atas 4 tahap, yaitu :
1.    Tahap infeksi, adalah suatu tahapan dimana hama penyakit (agent) sudah masuk ke dalam tubuh tuan rumah (host) tetapi gejala – gejala penyakit ini belum tampak. Tahap inkubasi yang disebut juga masa tunas, untuk beberapa jenis penyakit, lamanya berbeda – beda. Sebagai contoh, penyakit kolera mempunyai masa tunas beberapa jam sampai lima hari.

2.     Tahap penyakit dini, yaitu tahap dimana gejala – gejala penyakit mulai tampak. Disini tuan rumah sudah sakit tetapi sifatnya masih ringan sehingga masih dapat menjalankan aktifitas sehari – hari dan apabila  berobat juga cukup dengan berobat jalan.

3.     Tahap penyakit lanjut, pada tahap ini penyakit bertambah hebat, sehingga tuan rumah tidak dapat lagi beraktifitas secara normal, dan jika berobat juga sudah memerlukan perawatan.

4.     Tahap akhir penyakit, yaitu tahapan dimana perjalanan penyakit ini dapat berupa 5 macam keadaan, yaitu :
a.     Sembuh sempurna, artinya penyakit berakhir dan bentuk maupun fungsi tubuh tuan rumah kembali seperti keadaan sebelum sakit.
b.     Sembuh dengan cacat, disini  penyakit berakhir tetapi tuan rumah mengalami cacat. Cacat ini dapat berbentuk cacat mikroskopik, cacat fisik, cacat fungsional, cacat mental ataupun cacat sosial.
c.   Karier / carrier, berati perjalanan penyakit berhenti, tetapi tubuh tuan rumah tetap mengandung hama penyakit yang bersangkutan, yang sewaktu – waktu dapat menimbulkan sakit lagi serta dapat menulari orang – orang yang ada disekitarnya.
d.    Kronis, disini perjalanan penyakit tampaknya berhenti tetapi sebetulnya tuan rumah tersebut belum sembuh. Gejala – gejala penyakitnya  tidak bertambah berat juga tidak bertambah ringan, disebut juga menahun.
e.  Meninggal dunia, perjalanan penyakit terhenti, tetapi keadaan ini merupakan hal yang tidak dikehendaki oleh setiap tindakan kedokteran.

D.      Rantai Penularan Penyakit
         
          Bagian terbesar penyakit adalah penyakit infeksi, yaitu penyakit yang disebabkan masuknya mikroorganisme patogen ke dalam tubuh manusia. Secara garis besar penyakit infeksi dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :
1.          Penyakit infeksi yang menular
2.          Penyakit infeksi yang tidak menular
         
          Penyakit menular adalah penyakit yang secara alamiah dapat berpindah dari seeorang kepada orang lain. Penularan terjadi akibat pindahnya hama penyakit dari satu penderita kepada calon penderita, baik secara langsung maupun tidak langsung.
          Beberapa penyakit juga dapat menular dari hewan kepada manusia, seperti misalnya rabies (dari anjing), anthrax (dari ternak), dan pes (dari tikus). Penyakit yang mempunyai sifat demikian disebut zoonosa.
          Penularan suatu penyakit tidak terjadi  begitu saja melainkan memerlukan adanya hal –hal atau syarat – syarat tertentu yang biasa disebut sebagai rantai penularan penyakit. Rantai penularan penyakit adalah rangkaian sejumlah faktor yang memungkinkan proses penularan suatu penyakit  dapat berlangsung.

Faktor yang merupakan mata rantai itu ada 6, yaitu :
1. Adanya sumber penularan
2. Adanya hama penyakit
3. Adanya pintu keluar
4. Adanya cara penularan
5. Adanya pintu masuk
6. Adanya kerentanan

1.      Sumber Penularan
      Sumber penularan atau sumber infeksi adalah tempat dimana hama penyakit hidup dan berkembang biak secara alamiah. Dari sumber infeksi inilah kemudian penyakit itu menular  kepada orang lain.
Sumber penularan penyakit dapat dibedakan atas 3 macam, yaitu :

a.  Manusia ( Human Reservoir )
Human reservoir dapat berupa :
1.   Orang sakit dengan gejala – gejala yang jelas (kasus klinis)
2.   Orang sakit dengan gejala – gejala yang tidak jelas (kasus sub  klinis)
3.   Karier, yaitu orang yang tidak sakit tetapi tubuhnya mengandung dan mengeluarkan hama penyakit.

Sumber penularan itu mengandung hama penyakit pada berbagai bagian tubuhnya, misalnya dalam darah, paru – paru, hati dan sebagainya. Juga dalam berbagai produk yang dikeluarkannya, misalnya ingus, ludah, dahak (sputum), urine, faeces, nanah , cairan luka dan lain – lain, yang sewaktu – waktu dengan cara tertentu dapat menular kepada orang lain.

      b. Hewan ( Animal  Reservoir )
Beberapa jenis hewan dapat menjadi sumber penularan beberapa macam penyakit, seperti misalnya lembu dan biri- biri (penyakit anthrax), anjing (penyakit rabies), tikus (penyakit pes) dan babi (cacing pita).

      c.   Lain – Lain  Sumber Penularan
Sumber penularan lain misalnya tanah dan udara. Di tanah terdapat berbagai bibit penyakit seperti misalnya spora dari basil tetanus (Clostridium tetani), telur dari cacing – cacing  (cacing ankylostoma, ascaris dan lain – lain), yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Di uadar bebas berterbangan bermacam – macam mikro organisme yang juga dapat menimbulkan penyakit – penyakit seperti streptococcus, staphylococcus dan lain – lain.

2.      Hama Penyakit
Yang dimaksud dengan hama penyakit adalah mikro organisme yang merupakan penyebab  penyakit pada tuan rumah. Hama  penyakit dapat dibedakan atas 4 golongan sebagai berikut, yaitu

a.    Golongan hewan
1.  Protozoa, contohnya Amoeba dysentri, Trypanosoma gambiense, Plasmodium malariae
2.  Cacing – cacing, misalnya Filaria bancrofti, Ancylostoma duodenale, Taenia solium.
3.  Serangga, contohnya Saarcoptes scabii penyebab  penyakit scabies.

b.   Golongan tumbuh – tumbuhan.
1.  Bakteri, misalnya bermacam – macam coccus, basil dan spirillium.
2.  Jamur, contohnya Ptyriasis versicolor penyebab penyakit panu.

c.   Golongan virus, misalnya virus DHF, AIDS dan Campak.

d.   Golongan Rickettsia, misalnya Rickettsia rickettsi penyebab penyakit thypus bercak wabahi.

Hama penyakit ini hidup dalam tubuh tuan rumahnya sebagai parasit. Mereka menimbulkan kerusakan pada sel – sel jaringan tubuh yang ditempatinya, baik secara langsung maupun melalui toksin (racun) yang dihasilkannya.

Disamping yang berisfat patogen sejati (obligat parasit), terdapat juga hama penyakit yang bersifat patogen fakultatif (fakultatif parasit oportunis) seperti misalnya Clostridium tetani dan Staphylococcus  aureus. Clostridium tetani  yang sporanya banyak terdapat di tanah, debu dan benda – benda yang kotor hanya akan  menimbulkan penyakit tetanus apabila secara kebetulan masuk ke dalam luka pada kulit.   Staphylococcus  aure s yang  banyak terdapat di udara bebas, baru akan menimbulkan penyakit (radang) apa bila secara kebetulan sampai pada luka kulit.

3.   Pintu Keluar
Pintu keluar adalah jalan yang dilalui oleh hama penyakit sewaktu keluar / dikeluarkan dari tubuh tuan rumah. Beberapa jenis penyakit infeksi memiliki pintu keluar yang berbeda – beda.

Pintu keluar dapat berupa :

a.      Alat Pernafasan
Yaitu hidung dan mulut, pada waktu penderita bernafas, berbicara, batuk, bersin, mengesang dan atau mendahak. Ini terjadi misalnya pada penyakit TBC paru, influensa dan difteria.

b.      Alat Pencernaan Makanan
Dalam hal ini adalah mulut dan anus pada waktu penderita muntah dan atau berak, misalnya pada penyakit kolera. Pada penyakit dysentri dan thypus perut yang tidak memiliki gejala khas muntah, hama penyakit dikeluarkan hanya melalui anus bersama faeces. Pada penyakit kolera hama penyakit dikeluarkan juga melalui urine penderita.

c.       Alat Kencing dan Kelamin
Ini terjadi pada beberapa jenis penyakit kelamin, misalnya gonorhoea, syphilis, AIDS dan lain – lainnya.

d.      Luka pada Kulit
Luka pada kulit dapat dibedakan atas 3 macam, yaitu:
1.      Luka akibat terjadinya infeksi dan radang pada kulit (misalnya luka pada penyakit syphylis).
2.      Luka akibat gigitan binatang (misalnya gigitan nyamuk, kutu atau pinjal).
3.      Luka yang dibuat dengan sengaja (misalnya luka bekas suntikan).

Pada luka (ulcus) akibat penyakit syphilis atau penyakit framboesia hama penyakit dikeluarkan bersama cairan luka (exudat). Melalui gigitan nyamuk, kutu dan pinjal dapat terisap keluar hama penyakit yang ada dalam darah penderita, misalnya pada penyakit malaria, typhus bercak pes. Melalui jarum suntik hama beberapa jenis penyakit dapat juga terbawa keluar, seperti misalnya pada penyakit hepatitis infectiosa dan AIDS.

4.   Cara – Cara  Penularan
Yang dimaksud dengan cara penularan penyakit adalah proses – proses yang dialami oleh hama penyakit tersebut sehingga dapat masuk ke dalam tubuh calon penderita. Masing – masing penyakit menular mempunyai cara penularan yang khas, yang satu berbeda dengan yang lain.
Cara – cara penularan tersebut adalah sebagai berikut :

a.          Melalui hubungan orang dengan orang (personal contact)
Personal contact dapat dibedakan atas 5 cara, yaitu :

(1)   Kontak fisik, contohnya penularan penyakit syphilis melalui hubungan seksual.

(2)   Melalui tangan yang terkontaminasi, ini dapat terjadi misalnya pada penyakit kolera, seseorang yang tangannya terkontaminasi dengan produk si penderita, kemudian makan tanpa terlebih dahulu membersihkan tangannya.

              (3)   Melalui benda – benda yang terkontaminasi .
Benda – benda bekas dipergunakan oleh penderita dapat menjadi sarana penularan , seperti misalnya saputangan, handuk, piring, sendok, gelas dan sebagainya, karena benda – benda tersebut telah terkontaminasi dengan produk dari penderita yang sudah barang tentu penuh dengan hama penyakit.

              (4)   Melalui titik ludah (Droplet Infection)
Ini dapat terjadi misalnya pada penyakit TBC paru dan Influensa. Pada saat penderita bersin, batuk atau berbicara, secara tidak disadari akan disemprotkan butir – butir yang amat halus dariludah dan ingusnya ke udara. Penularan akan terjadi apabila butir – butir ludah atau ingus yang mengandung hama penyakit itu terisap oleh orang lain pada saat bernafas.

              (5)   Melalui udara (Air Borne Infection)
Butir – butir ludah dan ingus seperti tersebut di atas mempunyai ukuran / diameter bermacam – macama. Butir – butir yang sangat halus akan terus melayang – layang di udara, sedangkan butir – butir yang cukup besar akan turun dan mengendap di tanah.  Butir – butir yang melayang di udara apabila mengering akan meninggalkan inti yang berisi hama penyakit, yang disebut droplet nuclei, sedangkan butir – butir yang jatuh di tanah apabila mengering akan membentuk debu yang penuh dengan hama penyakit juga. Dengan perantaraan udara / angin baik itu droplet nuclei maupun debu yang terkontaminasi itu akan dapat tersebar sampai jauh, dan akan dapat menimbulkan penularan pada orang banyak melalui pernafasan.

b.      Melaui Air ( Water Borne Infection )
Air dapat menjadi sarana penularan beberapa macam penyakit, misalnya kolera, typhus, parathyphus, dysentri, radang hati menular,lumpuh kanak – kanak dan penyabit karena cacing. Penularan umumnya terjadi  akibat  orang mengkonsumsi air yang telah tercemar oleh faeces manusia, tanpa direbus atau diproses terlebih dahulu (faecal-oral infection).

c.       Melalui Makanan (Food Borne Infection)
Penyakit – penyakit seperti yang telah disebutkan di atas juga dapat menular dengan perantara makanan. Penularan dapat terjadi karena :
-         Makanan telah tercemar dengan hama penyakit akibat diproses oleh orang yang sedang menderita sakit atupun carrier dari penyakit tersebut.
-          Makanan tercemar oleh hama penyakit tersebut dengan perantaraan lalat.
-           Bahan makanan yang dimakan mentah tidak dicuci terlebih dahulu dengan sempurna sebelum  dikonsumsi, padahal sebelumnya telah disiram air sungai / kali dan sebagainya.

Susu sapi dapat juga menjadi sasaran penularan penyakit –penyakit tersebut, misalnya karena diproses oleh karyawan yang sedang sakit ataupun carrier. Disamping penyakit – penyakit yang telah disebutkan di atas, melalui susu sapi dapat juga ditularkan penyakit dari sapi yang bersangkutan, yaitu penyakit Tuberculosis bovinum dan Brucellosis. Itulah sebabnya maka susu sapi harus terlebih dahulu di pasteurisasi sebelum dikonsumsi.

d.      Melalui Serangga (Insect Borne Infection = Arthropod Borne Infection)
Beberapa jenis serangga dapat menjadi vektor beberapa macam penyakit seperti di bawah ini :

e.       Melalui Alat – Alat Kedokteran Yang Tidak Steril
Beberapa jenis alat kedokteran misalnya jarum suntik, jarum tranfusi, jarum vaksinasi dan sebagainya dapat juga menjadi perantara penularan beberapa jenis penyakit. Penularan terjadi misalnya karena jarum bekas menyuntik orang lain, tanpa terlenih dahulu disterilkan. Penyakit – penyakit yang dapat menular dengan cara demikian misalnya penyakit hepatitis infectiosa dan AIDS.
Untuk menghindarkan terjadinya penularan penyakit dengan cara demikian, dewasa ini telah banyak digunakan disposable syringe atau disposable needela, yaitu jarum suntik dan pengisapnya yang sekali pakai harus dibuang.

5.   Pintu Masuk
Yang dimaksud dengan pintu masuk adalah bagian – bagian badan yang dilalui oleh hama penyakit sewaktu masuk ke dalam tubuh calon penderita. Disebut juga pintu infeksi. Pintu masuk itu umumnya sama dengan pintu keluar, yaitu ;

a.          Alat Pernafasan
Yaitu hidung dan mulut, misalnya pada penyakit TBC paru, influensa dan difteria.

b.          Alat Pencernaan Makanan
Yaitu mulut, misalnya pada penyakit kolera, dysentri dan thypus perut

c.     Alat Kencing dan Kelamin
Misalnya pada penularan penyakit gonorhoea, syphilis dan  AIDS

d.     Luka pada Kulit
Dapat berupa luka pada gigitan hewan / serangga, misalnya pada penularan penyakit malaria, DHF dan pes. Atau luka buatan misalnya bekas suntikan, pada penularan penyakit Hepatitis infectiosa dan AIDS.


6.   Kerentanan
Kerentana adalah kesediaan dari tubuh calon tuan rumah untuk menjadi sakit. Tanpa adanya kerentanan maka calon tuan rumah tersebut akanb tetap sehat meskipun mendapat penularan hama penyakit.

Dalam kenyataan hidup sehari – hari meskipun kita dikelilingi dan diserang oleh hama penyakit yang tidak terhitung jumlahnya, kita tidak selalu jatuh sakit. Hal ini disebabkan oleh adanya mekanisme pertahanan tubuh yang dapat dibedakan atas 2 macam, yaitu : pertahanan tubuh umum dan pertahanan tubuh khusus yang pembagian selengkapnya adalah sebagai berikut :

Pertahanan Tubuh Umum :
1.   Pertahanan tingkat pertama :
-      kulit yang utuh
-      mukosa yang utuh
-      kuku
-      rambut
-      bulu hidung
-      ekskresi tubuh
2.   Pertahanan tingkat kedua :
-      tonsil
-      hati
-      limpa
-      kelenjar lymphe

Pertahanan Tubuh Khusus :
1.   Yang bersifat seluler :
-      antibodi
-      leukositosis
-      pagositosis
2.   Yang berifat hormonal :
(a)    Bawaan yaitu  konstitusi tubuh dan genetik tubuh

(b)    Didapat :
1.      Bersifat aktif
Buatan     :     immunisasi
Alamiah   :     sembuh dari sakit

2.      Bersifat pasif :
Buatan     :     pemberian serum
Alamiah   :     diperoleh dari ibu

Seseorang yang memiliki sistem pertahanan tubuh sempurna, baik yang umum maupun yang khusus, akan sehat karena tubuhnya mampu mengalahkan semua hama penyakit yang menyerangnya.

Daftar Pustaka
Didik Sarudji, M.Sc.
Drs. Imam Suparni, B.Sc.
Drs. Sri Marhaendra Datta
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Jilid II ( untuk kelas II) Cetakan Kedua
Prof. H. Maulana Surya I., S.Si., Apt
Blog Riyawan | Kumpulan Artikel Farmasi & Keperawatan
Syaiful Anwar, S.KM


Jumat, 25 Juli 2014

BLEWAH

BLEWAH

Blewah (Cucumis melo L. Kelompok Cantalupensis) adalah tumbuhan penghasil buah yang banyak digunakan sebagai minuman penyegar di Asia Tenggara, selain timun suri dan kolang-kaling. Blewah sejenis dengan melon namun berbeda kelompok budidaya. Ia berbentuk liana, seperti juga labu dan mentimun.

Blewah
Blewah umumnya berbentuk bulat lonjong, dengan kulit berwarna jingga terang dengan bercak kehijauan. Di balik kulit buah yang tipis, terdapat daging buah yang relatif lembut dan bertekstur. Di bagian dalamnya terdapat rongga yang berisi biji dan serat.

Blewah kaya kandungan mineral kalium, provitamin A, serat makanan, dan vitamin C. Kandungan gizi dalam buah ini bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan fungsi ginjal, limpa, menurunkan tekanan darah, dan untuk menyembuhkan sariawan.

Kandungan beta-karoten, pro-vitamin A, magnesium, mangan, seng dan krom pada belewah dapat mengurangi peradangan dan memulihkan luka peradangan jaringan usus. Gula alami dan enzim yang dikandung belewah mempunyai fungsi absorpsi atau penyerapan pada usus akibat makan tergesa-gesa shingga makanan tak terkunyah dengan baik, terlalu banyak makan makanan yang berbumbu, endapan obat-obatan, atau rasa mual karena rasa kuatir yang berlebihan.

MANFAAT BLEWAH UNTUK KESEHATAN

Blewah
Meningkatkan kekebalan tubuh
Vitamin A dan C dalam blewah bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Kandungan beta-karoten juga menjadi antioksidan yang mampu mencegah berbagai penyakit. Sebuah penelitian menunjukkan blewah dapat mengurangi risiko batu ginjal dan tulang keropos.

Menyehatkan mata dan Kulit
Karena kandungan vitamin A yang tinggi, konsumsi blewah mampu menyehatkan indera penglihatan kita.
Vitamin A juga berguna untuk memelihara kesehatan kulit dan mencegah penuaan dini. Sementara vitamin C bermanfaat untuk membantu sintesis kolagen.

Menjaga kesehatan gusi dan Menurunkan kolesterol
Karena vitamin C yang tinggi, blewah berkhasiat menjaga kesehatan mulut dan gusi.
Blewah termasuk jenis buah rendah gula dan kalori. Oleh karena itu, blewah baik dikonsumsi untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh.
Tingginya vitamin C dalam blewah mampu menurunkan kolesterol buruk (LDL) dalam darah sehingga menjaga kesehatan kardiovaskular. Vitamin C juga bermanfaat mencegah pembekuan darah dan memperkuat dinding kapiler.
Blewah termasuk jenis buah rendah gula dan kalori. Oleh karena itu, blewah baik dikonsumsi untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh.
Buah ini tidak memiliki kandungan kolesterol sama sekali. Jadi, ini sangat aman bagi penderita masalah kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Melancarkan pencernaan
Konsumsi blewah juga membantu pencernaan dan menjaga kesehatan saluran urin termasuk mencegah infeksi pada saluran kemih. Manfaat ini didapat dari kandungan vitamin A dan serat makanan dalam blewah.
Konsumsi jus blewah secara teratur dapat mengobati kurang nafsu makan, maag, dan infeksi saluran kemih.

Menurunkan tekanan darah
Kandungan kalium dalam blewah membantu dalam menurunkan tekanan darah karena terdapat kandungan vitamin C dan kalium pada blewah.

Mengatasi susah tidur
Blewah memiliki sifat sedatif, yang bermanfaat bagi penderita insomnia atau gangguan susah tidur pulas.

Mencegah kanker rahim
Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seperti beta karoten, vitamin C dan asam folat dapat berisiko terkenan kanker rahim. Namun dalam buah blewah kebutuhan Anda akan 3 nutrisi tersbut sudah bisa terpenuhi.

Wanita hamil dan janin
Kandungan folat yang tinggi pada buah blewah memabntu untuk menjaga dan memproduksi sel-sel baru, yang penting bagi wanita hamil demi kesehatan ibu dan pertumbuhan janin.
Blewah juga mengandung asam folat, yang dibutuhkan janin tumbuh sehat.

Rendah gula
Blewah ternyata juga memiliki indeks glikemik rendah (GI), fruktosa dan glukosa yang terdapat pada buah blewah adalah gula alami sederhana, sehingga aman dikonsumsi bagi penderita diabetes dan obesitas. Blewah juga dapat mengurangi asam urat.


Sumber : Riyawan.com, Wikipedia.org, Merdeka.com, Manfaatnyasehat.blogspot.com

Kamis, 24 Juli 2014

PISANG

BUAH PISANG

Pisang
Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, M. balbisiana, dan M. ×paradisiaca) menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan pangan merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium.

Pusat keragaman utama pisang terletak di daerah Indonesia kususnya di Papua. Pusat keragaman minor juga terdapat di Afrika tropis Asia Tenggara, dan Australia tropika). Tumbuhan ini menyukai iklim tropis panas dan lembap, terutama di dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal musim. Indonesia, Malaysia, Kepulauan Pasifik, negara-negara Amerika Tengah, dan Brasil dikenal sebagai negara utama pengekspor pisang. Masyarakat di negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya.

Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain, cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, seperti pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Pisang olahan dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli.

Buah pisang di Amerika Latin diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue, ataupun.

Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi dari pada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang (Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan epe (Makassar).

Perlu disadari, istilah "pisang" juga dipakai untuk sejumlah jenis yang tidak menghasilkan buah konsumsi, seperti pisang abaka, pisang hias, dan pisang kipas. Artikel ini hanya membahas manfaat pisang di konsumsi untuk kesehatan manusia.


KANDUNGAN BUAH PISANG

Daging buah pisang yang lembut melapisi dinding-dinding lambung dan usus sehingga dapat menjadi lapisan anti radang. Pisang sangat membantu bagi mereka yang mengalami masalah peradangan lambung atau usus. Karena daging buah pisang sangat lembut, dianjurkan untuk tidak dijadikan jus.

Pisang
Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi dari pada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang(Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan epe (Makassar).

Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap tubuh. Berdasarkan berat kering, kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram.

Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin).

Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmiter dalam kelancaran fungsi otak.

Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi bagi otak untuk aktivitas sehari-hari.

Pisang juga mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Nilai energi pisang dua kali lipat lebih tinggi dari pada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori.

Karbohidrat pisang menyediakan energi sedikit lebih lambat dibandingkan dengan gula pasir dan sirup, tetapi lebih cepat dari nasi, biskuit, dan sejenis roti. Oleh sebab itu, banyak atlet saat jeda atau istirahat mengonsumsi pisang sebagai cadangan energi.
Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh.

Gula pisang merupakan gula buah, yaitu terdiri dari fruktosa yang mempunyai indek glikemik lebih rendah dibandingkan dengan glukosa, sehingga cukup baik sebagai penyimpan energi karena sedikit lebih lambat dimetabolisme. Sehabis bekerja keras atau berpikir, selalu timbul rasa kantuk. Keadaan ini merupakan tanda-tanda otak kekurangan energi, sehingga aktivitas secara biologis juga menurun.

Untuk melakukan aktivitasnya, otak memerlukan energi berupa glukosa. Glukosa darah sangat vital bagi otak untuk dapat berfungsi dengan baik, antara lain diekspresikan dalam kemampuan daya ingat. Glukosa tersebut terutama diperoleh dari sirkulasi darah otak karena glikogen sebagai cadangan glukosa sangat terbatas keberadaannya.

Glukosa darah terutama didapat dari asupan makanan sumber karbohidrat. Pisang adalah alternatif terbaik untuk menyediakan energi di saat-saat istirahat atau jeda, pada waktu otak sangat membutuhkan energi yang cepat tersedia untuk aktivitas biologis.

Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata kurang bagus dan sangat rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen. Karena itu, tidak perlu takut kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak.

MANFAAT BUAH PISANG BAGI KESEHATAN KITA

1. Buah Pisang Kaya akan Vitamin dan Serat
Buah pisang memiliki lebih dari dua kali lipat karbohidrat dan lima kali lipat vitamin A dibandingkan apel. Selain itu pisang juga kaya akan potasium. Maka dari itu buah pisang sangat bermanfaat bagi kesehatan kita.

2.Buah Pisang Bermanfaat Mengobati Sakit Maag dan Sembelit
Buah pisang memiliki zat penangkal asam dalam tubuh sehingga dapat meredahkan sakit maag..
Pisang kaya akan serat sehingga bisa membantu mengatasi sembelit.
Pisang juga kaya kalium yang membantu mengembalikan elektrolit yang hilang karena diare.
Pisang memiliki kemampuan mengurangi kadar asam lambung. Oleh karena itu, buah ini ideal untuk mengatasi gejala maag.
Pisang memicu tubuh memproduksi mukus kental sehingga melindungi lambung dari asam.
Selain itu, pisang juga membantu menghilangkan bakteri patogen yang bertanggung jawab menyebabkan ulkus.

3. Sebagai Sumber Energi dan Konsentrasi
Kandungan karbohidrat dalam pisang bisa jadi sumber energi untuk tubuh kita. Jika kita mengkonsumsi dua buah pisang sehari, maka dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menambah energi dalam melakukan aktivtas sehari-hari.
Kandungan Vitamin A, C, dan B6 yang terdapat pada buah pisang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan infeksi. Sehingga tubuh akan terasa segar dan tidak cepat lemas.
Anak-anak yang suka makan pisang cenderung lebih pintar dari pada anak-anak yang tidak mengonsumsi pisang.
Kandungan kalium yang melimpah dalam pisang meningkatkan kemampuan otak sehingga membantu anak atau orang dewasa meningkatkan daya konsentrasi mereka.

4. Bermanfaat Untuk Mengalirkan oksigen ke otak
Buah pisang juga bermanfaat dalam memngalirkan oksigen ke otak karena buah pisang sendiri kaya akan potasium, sehingga kandungan pada buah pisang akan membantu sirkulasi oksigen ke otak dan juga mencegah tekanan darah tinggi dan juga penyakit stroke.
Orang yang rentan terkena stroke disarankan mengonsumsi pisang setiap hari.
Selain mencegah stroke, buah ini juga bisa menghindarkan munculnya komplikasi yang serius.

5. Pisang dapat mengatasi hipertensi (tekanan darah tinggi)
Kalium yang terkandung dalam buah pisang dapat membantu mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga tekanan darah pun akan stabil. Kandungan serat dalam buah pisang mampu mengikat lemak dapat  dan mencegah terbentuknya plak yang dapat menimbulkan naiknya tekanan darah dalam tubuh kita
Kadar kalium yang tinggi dan kadar natrium yang rendah membuat pisang dapat menurunkan tekanan darah tinggi secara signifikan.

6. Mencegah penyakit jantung
Pisang juga dapat mencegah penyakit jantung karena kandungan Vitamin C dan flavonoid pada buah pisang yang bersifat antioksidan dapat mencegah proses oksidasi lemak yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Kalium dalam buah pisang merupakan tonik yang baik bagi jantung. Serat pektinnya ikut berpengaruh dalam membantu menurunkan kolesterol.

7. Mengatasi anemia (kurang darah)
Buah pisang juga mengandung zat besi, jadi bagus untuk pencegahan atau penderita Anemia
Saat mengalami anemia, maka pisang harus menjadi teman terbaik Anda.
Kandungan zat besi yang tinggi dalam pisang akan memenuhi kebutuhan zat besi yang diperlukan oleh tubuh.
Oleh karena itu, pisang akan membantu tubuh memproduksi jumlah hemoglobin yang optimal sehingga meningkatkan proses pembekuan darah bila mengalami cedera.

8. Bermanfaat untuk Menurunkan berat badan
Karbohidrat kompleks yang terkadung dalam buah pisang tidak akan menaikkan kadar glukosa dengan drastis; selain itu pisang juga rendah lemak sehingga aman untuk peserta program penurunan berat badan. Dengan catatan, pisang tidak diolah menjadi banana milk shake, pisang goreng, ataupun kolak. Kemudian kandungan serat pada pisang dapat memperlancar proses metabolisme sehingga dapat menurunkan berat badan.

9. Buah pisang baik untuk Ibu hamil.
Bagi wanita yang sedang hamil, dianjurkan untuk mengkonsumsi pisang, karena mengandung asam folat tinggi yang penting bagi kesempurnaan janin, pembentukan sel-sel baru dan mencegah terjadinya cacat bawaan. Satu buah pisang matang mengandung sekitar 85-100 kalori. Sehingga dengan memakan dua buah pisang segar, kebutuhan asam folat yang sekitar 58 mikrogram dapat terpenuhi dengan makan buah pisang ini. Selain itu pisang akan membantu menjaga kadar gula darah yang dapat mengurangi episode morning sickness bila dikonsumsi secara teratur. sehingga pisang sangat baik untuk ibu hamil.
Selain mengatur suhu tubuh, buah pisang juga membantu menjaga kadar gula darah yang sehat.

10. Mengurangi gejala depresi
Mengurangi gejala depresi merupakan salah satu manfaat pisang yang paling penting.
Pisang merupakan buah yang kaya akan triptofan.
Triptofan merupakan protein yang membantu meningkatkan suasana hati sehingga membuat seseorang merasa lebih bahagia.

11.. Mengurangi Nyeri Haid
Mengurangi nyeri haid juga merupakan salah satu manfaat penting dari pisang.
Kandungan vitamin B6 dalam pisang membantu mengatur regulasi kadar glukosa darah dan perubahan suasana hati.

12. Menyehatkan Ginjal
Berbagai jenis penyakit ginjal dapat dicegah dengan memasukkan pisang sebagai diet rutin sehari-hari.
Perempuan yang mengonsumsi pisang dan buah-buahan lainnya setiap hari diketahui mengalami penurunan risiko kanker ginjal secara signifikan.
Senyawa fenolik antioksidan yang terkandung dalam pisang memiliki kemampuan memberi perlindungan terhadap penyakit ginjal.

Sumber : wikipedia.org, Inkesehatan.blogspot.com, amazine.co, riyawan.com