Sabtu, 14 Juni 2014

Anemia


1.      Pengertian
Anemia adalah berkurangnya jumlah eritrosit serta jumlah hemoglobin dalam 1 mm3 darah atau berkurangnya volume sel yang didapat dalam 100 ml darah (Ngastia, 1997 ; 398)

2.      Data Subyektif
-          Nafsu makan menurun,
-          Badan lemah
-          Penglihatan kabur
-          Kebutuhan istirahat dan tidur berkurang
-          Terjadi konstipasi
-          Terjadi perdarahan pada gusi,
-          Telinga berdengung
-          Sesak nafas

3.      Data Obyektif
-          Jantung berdebar, bunyi
-          Perdarahan saluran cerna,
-          Hepatomegali dan kadang-kadang splenomegali
-          jantung murmur sistolik
-          JVP melemah
-          Konjungtiva pucat
-          Pucat pada bibir

1.      Diagnosa yang Mungkin Timbul
-          Diagnosa I
Perubahan perfusi jaringan b/d perubahan komponen seluler yang diperlukan untuk mengirim oksigen atau nutrien ke sel
-          Diagnosa II
Intoleransi aktivitas b/d ketidakseimbangan antara pengirim dengan kebutuhan oksigen
-          Diagnosa III
Nutrisi kurang dari kebutuhan b/d ketidakmampuan untuk mencerna makan atau absorbsi nutrisi yang diperlukan
-          Diagnosa IV
Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit b/d perubahan sirkulasi dan neurologis gangguan mobilitas

2.      Intervensi

-          Diagnosa I
1.  Awasi TTV, kaji warna kulit atau membran mukosa dasar kulit
                 R/ Memberikan informasi tentang denyut perfusi jaringan dan membantu
                 menentukan intervensi selanjutnya.
2.   Atur posisi lebih tinggi
                 R/ Meningkatkan ekspansi paru dan memaksimalkan oksigenasi
3.   Observasi pernafasan
                 R/ Dispnea menunjukkan gejala gagal jantung ringan
4.   Kaji untuk respon verbal melambatkan mudah terangsang gangguan memori
                 R/ Mengindikasikan definisi dan kebutuhan pengobatan
5.   Kolaborasi dalam pemberian transfusi
                 R/ Meningkatkan jumlah sel pembawa oksigen, memperbaiki defisiensi,
                 menurunkan resiko tinggi pendarahan
-     Diagnosa II
1.  Kaji kehilangan atau gangguan keseimbangan jaya jalan atau kelemahan otot
                R/  Menunjukkan perubahan neorologi karena defisiensi vitamin B12 
                mempengaruhi keamanan pasien atau resiko cidera.
2.  Awasi TD, nadi, pernafasan selama dan sesudah aktivitas
                R/ Manifestasi kardiopulmunal dari upaya jantung dan paru untuk membawa
                jumlah oksigen adekuat ke jaringan.
3.  Ubah posisi pasien dengan perlahan dan pantau terhadap pusing
                R/  Hipotensi atau hipoksia dapat menyebabkan pusing, berdenyut dan 
                peningkatan resiko cidera
4.  Berikan bantuan dalam aktivitas atau ambulasi bila perlu
                R/ Membantu bila perlu, harga diri ditingkatkan bila pasien melakukan sesuatu
                sendiri.
5.  Berikan lingkungan tenang, pertahankan tirah baring bila diindikasikan
                R/ Meningkatkan istirahat untuk menurunkan kebutuhan oksigen tubuh dan
                menurunkan regangan jantung dan paru
-     Diagnosa III
1.  Kaji riwayat nutrisi termasuk makan yang disukai
                R/ Mengidentifikasi defisiensi
2.  Observasi dan catat masukan makanan klien
                R/ Mengawasi masukan kalori atau kualitas kekurangan makanan
3.  Timbang berat badan tiap hari
                R/ Mengawasi penurunan berat badan atau efektivitas intervensi
4.  Berikan makanan sedikit tapi sering
                R/ Menurunkan kelemahan dan meningkatkan masukan mencegah
               distensi gaster
5.  Pantau pemeriksaan Hb, albumen protein dan zat besi serum
                R/ Meningkatkan efektivitas program pengobatan termasuk diet nurtrisi
                yang diberikan
-            Diagnosa IV
1.  Kaji integritas kulit catat perubahan pada turgor, gangguan warna, hangat lokal,
    eritema
                R/ Kondisi kulit dipengaruhi oleh sirkulasi, nutrisi dan mobilisasi
2. Ubah posisi secara periodik dan pijat permukaan tulang bila pasien tidak bergerak
    atau tidur di tempat tidur
                R/ Meningkat sirkulasi kesemua area kulit membatasi iskemia jaringan
                atau mempengaruhi hipoksia seluler
3. Anjuran permukaan kulit kering dan bersih, batasi penggunaan sabun
               R/ Area lembab, terkontaminasi, memberikan media yang sangat baik untuk
               pertumbuhan organisme patogen, sabun dapat mengeringkan kulit secara 
               berlebihan dan dapat meningkatkan iritasi.
 
Daftarr Pustaka
Ngastiah. 1997. Perawatan Anak Sakit, EGC, Jakarta
riyawan.com 

0 comments:

Posting Komentar